Ingin pulang

Oktober 3, 2006

rindu itu kini menjadi sebuah abses non, kemarin gerogoti hati perlahan namun pasti. Bagaimana kabarmu disana non ? Non tempo hari aku coba jalan-jalan ke kota tua, susuri loji-loji itu sendiri. Dan tebak, ya aku juga ke kwitang cari buku yang itu. Namun rupanya tak dapat non. Sudah jarang katanya. Panas sekali waktu itu, pulangnya aku mampir ke eskrim ragusa sana, sendiri pula non. Makan es coklat semangkuk dan teh botol. Lalu coba baca-baca red hering yang sengaja aku bawa dari kantor. belajar gaya penulisan maunya, tapi malah terjebak ke gayamu tertawa riuh saat malam itu.

Satu yang kerap hilang non, rasa penerimaan. Hanya itu sebenarnya yang aku butuhkan, bisa menerima. Ya bisa menerima, semua hal yang kita dapatkan. Walau kecil walau sedikit, walau menyakitkan. Sakit sekali bahkan kadang, pedih seperti yang tidak pernah dibayangkan. Non hari-hari ini bertambah sulit di satu sisi, bergumul dengan lekukan-lekukan tajam kehidupan ini. Mungkin saya terlalu idealis atau terlalu bajingan, tapi jujur saya lebih memilih untuk dizalimi daripada menzalimi, lebih memilih disakiti daripada menyakiti, seperti juga saya memilih untuk ditinggalkan daripada meninggalkan. Bukan soal pengecut non, bukan, bukan soal nerimo apa adanya. Entahlah non, hidup kan tidak hanya bisa dijelaskan dengan secarik surat. Kitab-kitab berwarna usam itu rindu sekali saya sentuh non, saya sesapi bait demi baitnya. Kitab-kitab kehidupan yang dulu aku selalu ceritakan itu non. Aku menghilangkannya……hilang.

Non aku rindu ceruk-ceruk itu, aku rindu kembali dipeluk alam. Aku rindu saat-saat duduk di tepi dangau, saat-saat kakiku menyentuh air beriak itu. Mungkin saat itu aku miskin non, tak punya banyak uang, tapi aku berkecukupan. Non malam tadi kulewatkan lagi ramadhan menatap bintang-bintang itu, menatapnya lekat. Indah sekali rasi-rasi itu, seperti senyum dan untaian kata yang tak pernah bisa terbeli mungkin non. Non dada ini sesak sekali, seperti asap knalpot bus-bus kota itu dicangkok di paru-paruku. Ingin pulang non….pulang, namun aku tidak tahu kemana, seperti aku tidak tahu kemana pergimu.

non aku ingin pulang…….

cijantung 09-06
ditulis oleh rya yunnianto

Pengutipan untuk tujuan apapun mohon diberitahukan lewat surat-e bugtronic@yahoo.com.

Entry Filed under: lirih kata. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


selintas gurat

tibatiba terlintas katakata dalam koportua;apacinta,apakahrasa apalahlogika pada kubangan katakata tertua aku terjebak: kata

Tulisan Terakhir

komentar

kutu di ah……wedus kli…
kepik di ah……wedus kli…
pakcik ahmad di ah……wedus kli…
Steven di sepulang kuliah
kutubuku di sepulang kuliah

almanak kata

Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

halaman

Arsip

Meta